Mengelola Emosi di Kantor

Mengelola Emosi di kantor – MARAH adalah suatu bentuk emosi yang wajar dialami setiap orang. Berkaitan dengan dunia pekerjaan ada istilah Kerja Emosional. Situasi dimana seorang karyawan mengekspresikan emosi-emosi yang diinginkan secara organisasional selama transaksi antarpersonal di tempat kerja.

Stres di kantor adalah hal yang biasa. Tekanan pekerjaan sering memicu emosi. Deadline, target, tuntutan klien, maraton dari meeting ke meeting, sering lembur, belum lagi politik kantor yang seolah tak pernah usai, adalah beberapa pemicu stres. Dalam mengungkapkan emosi, tentu perlu melihat situasi dan kondisi. Terutama ketika kamu berada dalam dunia kerja yang menuntut profesionalitas.

Sesulit apa pun itu kita harus bisa mengelola emosi di kantor. Menurut beberapa ahli psikolog emosi lebih cepat berlalu daripada suasana hati.

1. Asah Kemampuan

Semakin banyak tantangan dan permasalahan yang kita hadapi, semakin teruji kemampuan problem solving Anda. Jadi, sebaiknya Anda jangan pernah menghindar dari masalah, namun terbukalah pada berbagai tantangan kerja.

2. Tahan Diri

Pertentangan pendapat dengan rekan kerja maupun atasan adalah hal yang biasa. Dalam dunia kerja akan selalu ada hal-hal yang mungkin bertolak belakang dengan prinsip atau idealismemu. Namun tidak perlu terlalu terbawa emosi. Utamakan selalu profesionalitas kerja dengan mengesampingkan sikap emosional.

3. Gunakan Kemampuan Komunikasi

Emosi dapat ditentukan oleh cara kita mengekspresikan dan mengkomunikasikan kemarahan kita, dengan perasaan terbuka dan tenang. Sesama rekan kerja juga harus tahu alasan mengapa Anda marah. Di satu sisi, ajak mereka untuk dapat mengatasi masalah tersebut, bukan hanya diam saja ketika sedang ada masalah karena ini bukan bentuk emosi yang tepat.

4. Tenangkan Diri

Banyak cara yang dapat dijalani untuk mengelola emosi di kantor ketika kamu berada dalam kondisi emosi tinggi. Tergantung dengan cara masing-masing orang. Cara sederhana adalah pergi ke toilet atau berjalan kaki di taman untuk menarik napas panjang dan menghembuskannya perlahan. Ada yang mendengarkan lagu, menyantap makanan yang kamu suka.

Bahkan ada yang senang pada keadaan fisik, seperti yoga. Kegiatan ini terbukti baik untuk mengembalikan keseimbangan diri dan menenangkan emosi. Ada pun orang yang memilih kegiatan olahraga yang lebih aktif, seperti basket, lari atau renang.

5. Minta maaf 

Ketika emosi, tanpa sadar kita akan mengucapkan kata-kata yang seharusnya tidak pantas untuk diucapkan. Jika terjadi, segeralah minta maaf kepada rekan kerja tersebut.

6. Kebahagiaan di Kantor 

Tingkatkan rasa humor dengan rekan kerja atau di luar lingkungan pekerjaan. Timbulkan rasa memiliki sehingga Anda merasa nyaman berada di kantor dalam situasi apapun. Dan jangan malu atau berkecil hati untuk memberikan selamat kepada rekan kerja Anda yang berhasil meraih prestasi.

7. Ubah Lingkungan Anda

Perubahan yang paling perlu kita kembangkan adalah mindset positif untuk menghadapi situasi yang memancing emosi. Jika lingkungan tidak dapat diubah, maka kitalah yang dituntut beradaptasi, sehingga kita dapat tetap menyesuaikan diri dengan baik dalam situasi. Kalau Anda mempunyai atasan yang sulit dipuaskan misalnya, mau tidak mau Anda harus membekali diri dengan kemampuan lebih atau ekstra.

Ekpresi emosional dan suasana hati seseorang tentu bisa mempengaruhi kepuasan kerja. Emosi berfungsi memotivasi manusia untuk terlibat dalam tindakan-tindakan penting agar dapat bertahan hidup, baik dengan emosi positif atau emosi negatif. Kemudian suasana hati menjadi penentu dari kedua emosi tersebut.

download-1

 

LEAVE A REPLY