Ayah

Ayah adalah sosok seorang yang selalu punya caranya sendiri untuk mengungkapkan rasa sayang dan cintanya. Ia bisa mengungkapkan cinta dari setiap pengorbanan dan caranya sendiri begitu sederhana bahkan tak terlihat.

November, bulan disaat langkah kaki mulai berat untuk menjalankan semua aktivitas. Hari demi hari terus kulalui, berharap November akan segera berganti, agar aku bisa segera menemui semua sosok yang sangat aku rindukan. Ayahku adalah salah satu dari semua sosok yang paling aku rindukan.

Ayahku sosok yang tak banyak bicara sehingga apa yang dipikirkannya sulit untuk diterka. Aku teringat akan masa-masa kecilku dulu. Ayah selalu membawaku kemana saja Ia ingin pergi. Dan ketika aku beranjak remaja, hanya sepucuk surat dengan goresan indah yang meluapkan semua kegelisahan terhadapku. Ia tak pernah marah terhadapku. Bahkan sampai saat ini, Ayah hanya menyampaikan pesan kepada kakak pertamaku, kalau Ia sangat mengkhawatirkan dan merindukan aku.

Setiap hari Ayah selalu mengajarkan aku tentang banyak hal. Ayahku adalah seorang seniman, terkadang Ia jarang pulang kerumah untuk menyelesaikan semua lagunya. Bahkan setelah Ia berada dirumah, Ayah sibuk dengan goresan kuas, menyelesaikan semua lukisan yang terkadang harus tertunda.

Memang, tak bisa dipungkiri terkadang aku merasa kesal. Tapi aku menyayangi sosok itu dan akan terus menyayanginya, sama seperti Ia yang pasti akan terus menyayangiku tak peduli apa pun yang terjadi. Ayah akan selalu ada di hati dan tak akan pernah tergantikan oleh siapapun itu.

Terkadang memang keping kenangan yang kecil tetapi berarti seperti itulah yang akan selalu menghangatkan hati. Meskipun apa yang kita miliki tak sempurna. Tapi kita selalu punya pilihan untuk mensyukuri segala sesuatu dengan sempurna. Walaupun kehidupan kami mengalami perubahan, tapi aku merasa ada di keluarga yang sempurna.

Aku berharap bisa membahagiakannya. Inilah saat membalas semua apa yang sudah diberikan oleh ku. Meskipun semua ini saja tak cukup untuk membalas dengan segala pengorbanan dan perjuangan seorang Ayah untuk putrinya.

Rindu yang tak tertahankan lagi. Terkadang hanya tetesan airmata yang bisa kucurahkan untuk menepis segala kerinduanku pada semua sosok yang kusayangi.

Ayah, jika memang aku tetap seperti sekarang jauh darimu dan selalu memiliki rindu untuk pulang, kau tahu Ayah saat jauh darimu juga dari Ibu rasa rindu akan selalu membuatku ingin“pulang” dan itu adalah hal terindah yang ingin selalu kurasakan karna ketika “pulangku kembali bersama kalian waktu akan terasa begitu sangat berarti”, itulah nikmat kebersamaan kita.

Hari berganti hari, malam kian bergulir, menunggu saat yang aku nantikan November akan segera berakhir dan hari yang kunantikan tiba, ingin segera aku pulang kerumah agar bisa kuungkapkan sayangku pada sosok itu, meski bukan melalui kata. Dengan melihat senyum teduhnya aku merasa bahagia.

Terima kasih atas segala cinta kasihmu, terima kasih atas segala dukungan yang kau beri selama ini hingga anak perempuanmu ini menjadi sosok yang dewasa. Hidup keras dan jauh darimu itu sungguh sulit namun selama ini aku selalu belajar, belajar tak mengeluh karna kutahu kaupun tak pernah mengeluhkan aku yang selalu merengek ketika butuh uang atau ketika aku sakit dan tak ada yang mengurus, yang dimana aku tahu persis kau bekerja ini itu hanya untuk masa depanku dan aku kadang tak peduli akan hal yang kau kerjakan, sungguh Ayah engkau adalah sosok yang patut untuk selalu ku banggakan.

Dan Ayah, jikalau pun kelak ada sosok orang lain yang lebih dari dirimu ataupun sama dengan dirimu, aku berharap tidak lain dialah “suamiku” yang menggantikan posisimu menjagaku dan memenuhi segala tanggung jawabmu selama ini terhadapku.

 

 

Baca juga artikel lain di : http://rjpoker99.com/

 

LEAVE A REPLY