gay dan lesbian

Gay dan Lesbian – Homoseksual adalah istilah untuk orang yang tertarik secara personal, emosional, seksual, atau paduan ketiganya, kepada orang berjenis kelamin sama dengannya. Jika orang tersebut laki-laki, maka umumnya dikenal dengan istilah ‘gay’, sementara jika perempuan ‘lesbian’. Gay dan lesbian merupakan suatu kelainan seksual yang termasuk dalam kelompok homoseksualitas atau dengan istilah LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender).

Banyak berita tentang gay dan lesbian di media social atau yang lainya. Banyak orang yang merespon dengan positi atau negative, dan tak jarang ada orang yang berada pada kubu pro dan kontra. Ketertarikan sangat subyektif dan setiap orang memiliki potensi.

Gay dan lesbian di sebabkan oleh beberapa faktor,  dan cukup menarik untuk diulas lebih dalam.

  • Gay

Mungkin masih banyak orang saat ini selalu bertanya-tanya, apakah gay dengan waria atau banci itu sama? Tentu jawabannya adalah beda. Gay adalah individual pria yang memang menyadari bahwa mereka itu adalah seorang pria namun memiliki kelainan yang menyukai sesama jenis. Sedangkan waria atau banci adalahan individual pria yang merasa bahwa mereka itu adalah sebenarnya seorang wanita yang terjebak di dalam tubuh seorang pria. Seorang gay akan berpenampilan selayaknya seorang pria.

  1. Penyebab pria menjadi gay yang umum terjadi karena faktor genetik atau faktor biologis. Terdapat kesalah sususan asam-basa yang bersangkutan dengan sifat menyukai lawan jenisnya. Dalam hal tersebut terjadi karena tubuh pria tersebut kelebihan kromosom, sehingga kromosom di dalam tubuh tersebut menjadi tidak seimbang. Seorang gay yang terbentuk dari faktor ini adalah gay murni dan sulit untuk diubah bahkan dapat dikatakan mustahil.
  2. Faktor Psychodynamic. Seperti kebanyakan orang tua yang yang mendambakan seorang anak perempuan. Kurang kasih sayang keluarga terutama seorang ayah, sehingga ia mengalami rasa kehilangan sosok seorang ayah. Kesepian, tidak memiliki teman atau dikucilkan sejak kecil. Seorang lelaki normal, ketika kecil dia sering dijadikan objek seksual oleh orang lain (sesama jenis/ Sodomi). Pada awal pertama dia menentang, kedua kali dia merasakan, dan ketiga kali dia terbiasa dan lama kelamaan dia ketagihan dan tak bisa berubah.
  3. Trauma tinggi, karena pernah disakiti, dihianati, dikecewakan sehingga memiliki luka batin yang sampai menimbulkan trauma tersendiri. Sehingga yang umumnya terjadi mereka pun pada akhirnya akan menyukai sesama jenis mereka, hal tersebut dikarenakan mereka bisa mendapat kenyamanan tersendiri ketika menjalin hubungan sesama jenis.
  4. Lingkungan dan pergaulan berperan sangat penting. Seorang normal yang tinggal dilingkungan seperti demikian pasti akan terpengaruh dan berubah menjadi seperti orang-orang yang hidup dilingkungan tersebut. Lingkungan mempengaruhi pribadi dan sikap orang lain.

Ada anggapan bahwa gay dan lesbian (homoseksual) adalah perilaku menyimpang. Namun faktanya, The American Psychiatric Association (APA) dan World Health Organization(WHO) menyatakan bahwa homoseksualitas tidak termasuk daftar penyakit psikologis. Begitu juga Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa Edisi II (PPDGJ II) yang diterbitkan Departemen Kesehatan Republik Indonesia pada tahun 1983, menyebutkan bahwa orientasi seksual bukanlah suatu gangguan

  • Lesbian

Lesbian merupakan istilah bagi perempuan yang mengarahkan pilihan orientasi seksualnya kepada semua perempuan atau disebut juga perempuan yang mencintai perempuan baik secara fisik, seksual, emosional atau spiritual. Seorang lesbian dapat mengidentifikasi apakah seseorang tersebut juga lesbian atau tidak melalui interaksi simboliknya yang dapat dilihat melalui pesan verbal dan non-verbal yang mereka gunakan seperti, cara bicara mereka, cara berpakaian, gerak tubuh dll. Kelompok lesbian ini juga mempunyai kode atau tanda sendiri untuk mengetahui seorang perempuan itu lesbi atau tidaknya seperti dengan pertanyaan “lo belok?” atau “ lo kolabs?”, dan kode ini sudah dikenal di dunia mereka dari dulu. Kelompok lesbian ini biasa disebut dengan Lesbianisme.

Penyebab yang bisa membuat wanita menjadi lesbian hampir sama dengan pria menjadi gay, yaitu karena faktor lingkungan, trauma, tidak terpuaskan, suka kelembutan, suka kebersihan, kaum pria sukar untuk di mengerti, sakit hati, mempunyai trauma tersendiri, kenyaman berkomunikasi dengan sesama wanita.

Pada awalnya lesbian digolongkan sebagai suatu bentuk penyimpangan dalam bidang psikis. Namun seiring dengan waktu dan diikuti dengan kemajuan teknologi penelitian, maka didapatkan lesbi memiliki faktor penyebab kuat berupa efek genetik atau dengan kata lain dari segi biologis. Dunia medis menyadari bahwa bukan faktor kehendak atau perilaku semata yang membuat seseorang itu menjadi seorang lesbian, melainkan faktor genetik yang jelas-jelas tidak dapat ditolak memiliki pengaruh yang sangat besar.

Secara umum kita menganggap bahwa perempuan lesbian itu adalah wanita yang selalu berpenampilan tomboy, bergaya seperti laki-laki dengan rambut pendek, memakai celana jeans, kemeja longgar dan bahkan tidak jarang perempuan yang mengikat payudara mereka agar terlihat datar seperti laki-laki, berbicara seperti laki-laki dan memiliki sifat yang maskulin layaknya seorang laki-laki seutuhnya. Hal ini tidak sepenuhnya benar karena tidak selalu perempuan lesbian itu berpenampilan maskulin seperti laki-laki. Perempuan lesbian juga ada yang berpenampilan layaknya wanita seutuhnya yang memiliki sifat feminim dan lemah lembut. Oleh karena itu untuk menentukan seseorang itu lesbian atau tidaknya tidak dapat dilihat melalui penampilan mereka saja namun juga harus dilihat dan dipahami dari cara bergaul, bersosialisasi, gaya hidup dan cara berkomunikasi mereka.

Dunia belok (dunia lesbi), memiliki 4 label yang sering digunakan untuk pengelompokan para belok.

  1. Butchy : Sosok maskulin dengan ciri-ciri berpenampilan layaknya seorang cowok. Di dunia lesbian, butchy alias buci berperan sebagai cowok dalam sebuah hubungan.
  2. Femme : Sosok feminim dengan ciri-ciri berpenampilan layaknya seorang cewek. Di dunia lesbian, femme berperan sebagai cewek dalam sebuah hubungan.
  3. Andro : Sosok yang bisa dua-duanya. Andro masih dibagi menjadi dua kelompok, Andro Butchy (AB) dan Andro Femme (AF). Kalo andro femme (AF) biasanya berpenampilan tomboy tapi tetep terlihat girly (hatinya masih femme dan berperan sebagai femme). Berbeda dengan andro butchy (AB) AB biasanya berpenampilan seperti butchy tapi masih ada sifat ceweknya dan berperan setengah butchy.
  4. No Label : Sosok yang tidak mau dilabelin (tidak mau dipakein label Femme, butchy, andro), tapi tetep aja belok atau lesbi. Sukanya suka sama cewek. Karna tidak mau dilabelin maka di namakan “NO LABEL”.

Belanda merupakan Negara Eropa pertama pembela kaum gay dan lesbian. Kota Amasterdam terdapat sebuah monumen homoseksual.

“Love is Love” #LoveWins

5c51616fcf1ea6f43e3e8f94003e1762

LEAVE A REPLY